RSS

UPAYA AGAR TETAP ISTIQOMAH

01 Nov

Tiga hal yang terkumpul pada orang yang layak diambil ‘ilmunya, oleh Syaikh ‘Abdul Mu’taqod:
1. Shohih aqidahnya
2. Selamat manhajnya dari pemikiran dan perilaku menyimpang
3. Baik niatnya (ikhlas karena Alloh Azza wa jalla)

Ketiga hal tersebut adalah syarat yang harus dipenuhi oleh penuntut ‘ilmu dalam mengambil ‘ilmu dan itu adalah bentuk selektifitas untuk menyelamatkan agamanya, dan hal ini juga sebagai bantahan orang yang beranggapan selektif adalah orang yang TAKLID dan TA’ASHUB..karena ketiga hal tersebut tidak dilihat pada nama atau siapa ustadznya tapi pada apa-apa yang terdapat pada dirinya, sehingga tidak terdapat pada 1 atau 2 ustadz tertentu saja..tapi beberapa orang yang padanya ada tiga hal tersebut…

Hal tersebut juga diperkuat oleh hadits berikut ini:

  • Ali bin Tholib rodiyallohu ‘anhu berkata,”Lihatlah dari mana kamu mengambil ilmu karena ilmu adalah agama.” (At Tankil, Al Khatib Al Baghdadi, hal. 121). Pernyataan ini dinukil dari beberapa ulama salaf seperti Ibnu Sirin Adh Dhahak bin Muzahim dan yang lain. (Lihat Syarh Shohih Muslim)
  • Ibnu Umar rodiyallohu’anhuma berkata,”Berhati-hatilah terhadap agamamu, sebab dia adalah darah dagingmu. Lihatlah dari mana kamu mengambilnya. Ambillah dari orang ISTIQOMAH dan janganlah mengambil dari orang yang menyeleweng.” (Al Kifayah, hal 121).

Orang-orang yang tidak boleh diambil ‘ilmunya ada beberapa kriteria, diantaranya (oleh Syaikh Ahmad bin Bazmul):
1. Orang-orang yang dianggap ahli fiqih/seorang khotib/ seorang yang dianggap mudarris tapi sesungguhnya ia tidak memiliki ‘ilmu atasnya
2. Orang tersebut adalah ahlul bid’ah
3. Orang-orang sholih dari kalangan ahlusunnah tetapi dia tidak mengerti maksud apa-apa yang telah ia sampaikan (ia hanya menyampaikan al-haq, tapi ia tidak mengerti hakikat yang ia sampaikan sehingga ia mudah terjerumus pada penyimpangan tanpa ia sadari)
4. Buruknya akhlak (walaupun ia seorang ahlusunnah)

Tidak ada selektifitas dalam mengambil ‘ilmu adalah salah satu penyebab penyimpangan seseorang…dan kunci istiqomah adalah banyak berdo’a dan hati-hati dalam mengambil teman karib serta hati-hati dalam mengambil ‘ilmu agama..

-Kutipan Faedah Dauroh Ustadz Afifuddin As-Sidawy dengan tema UPAYA AGAR TETAP ISTIQOMAH-
(27 Oktober 2012/11 Dzulhijjah 1433H)

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada November 1, 2012 in Kutipan Ta'lim/Dauroh

 

3 responses to “UPAYA AGAR TETAP ISTIQOMAH

  1. الفقر إلى الله

    Mei 3, 2013 at 7:07 am

    Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh.

    Izin reblog ya ukh.

    Jazaakillahu khoir

     
    • jejak pena maya

      Juni 27, 2013 at 3:09 am

      wa’alaykumussalaam wa rohmatulloohi wa baarokatuh, tafadhdholiy…wa anti jazaakillaahu khoyroo^^

       

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: