RSS

Hukum Bermain Catur dan Ludo

27 Des

 ludo

Catur dan ludo adalah dua permainan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia Raya. Namun banyak juga diantara mereka yang tidak mengetahui hukumnya. Pokoknya, asal bisa main!! Mereka tak mau pusing tentang hukumnya.
Karena itu kami mengajak anda membahas dan cari tahu hukum kedua permainan ini.


Permainan ini pernah ditanyakan kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- sebagai berikut:
Pertanyaan: Seorang lelaki bermain catur seraya berkata, “Catur lebih baik dibandingkan bermain ludo”. Apakah pernyataan ini benar. Apakah bermain catur dengan taruhan atau tanpa taruhan adalah haram? Apa pandangan para ulama tentang catur?”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata,
“Alhamdulillah, bermain catur adalah haram di sisi mayoritas ulama umat dan para pemukanya seperti halnya bermain ludo.
Sungguh telah shohih dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda,

مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka seakan-akan ia mencelupkan tangannya di daging babi dan darahnya”. (HR. Muslim (no.2260)

Beliau juga bersabda,

« مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ »

“Barangsiapa yang bermain ludo, maka sungguh ia telah mendurhakai Allah dan Rasul-Nya”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya(no. 4940) dan Ahmad dalam Al-Musnad (4/397). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syu’aib Al-Arna’uth dalam Takhrij Al-Musnad (no. 19551)]

Telah tsabit dari Ali bin Abi Tholib -radhiyallahu anhu- bahwa beliau pernah melewati kaum yang bermain catur seraya beliau berkata, “Arca-arca apakah ini yang kalian berdiam diri padanya?!”
Diriwayatkan juga bahwa beliau membalik papan catur di depan mereka. Sekelompok ulama salaf berkata, “Catur termasuk judi”. Memang permasalahannya seperti apa yang nyatakan. Karena, Allah telah mengharamkan perjudian. Sungguh para ulama ijma’ (sepakat) bahwa bermain ludo dan catur adalah haram jika disertai dengan taruhan. Dia termasuk bagian dari perjudian yang Allah haramkan.

Bermain ludo haram menurut para ulama yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi’iy dan Ahmad), sama saja apakah dengan taruhan atau tanpa taruhan. Hanya saja sebagian pengikut Asy-Syafi’iy membolehkannya tanpa taruhan. Karena, mereka ini meyakini bahwa ketika itu bermain ludo bukan lagi judi.
Adapun Imam Asy-Syafi’iy dan mayoritas pengikut beliau, Ahmad, Abu Hanifah, dan seluruh ulama, maka mereka mengharamkan hal itu, baik dengan taruhan, maupun tanpa taruhan.
Demikian pula bermain catur telah ditegaskan oleh para imam-imam itu tentang pengharamannya, seperti Imam Malik, Abu Hanifah, Ahmad dan selainnya. Mereka hanya berselisih tentang manakah yang lebih berat (pengharamannya). [Lihat Majmu’ Fatawa (32/243) karya Ibnu Taimiyyah]

Jadi, bermain ludo dan catur adalah haram, karena ia adalah dua sarana yang mengantarkan seseorang kepada judi sebagaimana halnya kebiasaan memegang daging babi atau darahnya adalah sarana yang bisa mengantarkan kepada penyantapan babi.

Disana juga ada permainan-permainan lain yang bisa diqiyaskan (dianalogikan) dengan ludo dan catur, seperti bermain halma, monopoli, ular tangga, domino, Joker, poker.

Selain itu, bermain ludo, catur dan sejenisnya merupakan penyebab lupanya seseorang dari mengingat Allah. Permainan catur secara khusus melibatkan gambar makhluk yang diharamkan dalam agama.

Ketahuilah bahwa gambar makhluk bernyawa, baik yang berdimensi, maupun tidak, semua diharamkan dalam agama. Insya Allah, nanti akan kami tampilkan materi khusus tentang hukum gambar makhluk bernyawa.

sumber: http://pesantren-alihsan.org/hukum-bermain-catur-dan-ludo.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 27, 2012 in Hukum

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: