RSS

SEBUAH FENOMENA LANGKA KEHIDUPAN SEORANG MILYARDER (KISAH HIDUP SULAIMAN ABDUL ‘AZIZ AR-ROJHI)

27 Feb

Image

Di zaman modern dimana banyak orang berlomba-lomba mendapatkan harta kekayaan, ternyata ada seseorang yang rela memilih hidup “sederhana” untuk mendapatkan ketenangan bathin. Terharu ketika tidak sengaja melihat kisah hidup seorang “Milyarder” bernama Sulaiman Abdul Aziz Ar-Rojhi yang di usia tuanya memilih hidup “sederhana” dan meninggalkan hampir seluruh hartanya yang ia rintis dari nol untuk mendapatkan ketenangan bathin menjelang usia rentanya..

Sulaiman Abdul Aziz Ar-Rojhi yang biasa dipanggil dengan nama Sulaiman Ar-Rojhi adalah salah seorang dari kalangan bangsa Arob dari daerah Najd yang dilahirkan pada tahun 1920. Seseorang yang berpendidikan tertinggi setara SD (Sekolah Dasar) ini mampu menjadi seorang Milyarder dan menjadi orang terkaya ke – 120 di dunia versi majalah Forbes pada tahun 2011. Ia merintis usahanya dari nol dengan bisnis mengambil upah transportasi unta dari pengunjung yang melewati gurun menuju kota Mekkah dan Madinah bersama saudaranya yang bermana Sholih. Karena ketekunannya ia menjadi pemegang saham utama di Al-Rojhi Bank (milik keluarganya) yang pada tahun 1983 dengan bantuan saudara-saudaranya berhasil memenangkan izin untuk membuka rekening bank Islam pertama Arab Saudi yang tidak menerapkan sistem bunga. Seorang milyarder yang setidaknya memiliki 23 anak ini juga memiliki usaha lain di beberapa bidang industri seperti pertanian, baja, dsb bersama saudara-saudaranya. Selain itu ia juga mendirikan sebuah Universitas non-profit bernama “Al-Rojhi University” di kampung halamannya. Fokus utama universitas ini adalah pada bidang kesehatan dan perbankan Islam, walaupun juga menyertakan bidang-bidang lainnya. Di masa kejayaannya ia juga mendirikan badan amal bernama “Flagship SAAR Foundation”. Di usia rentanya kini ia memilih hidup sederhana bersama keluarganya dan lebih banyak beribadah. Ia telah menyerahkan sebagian hartanya kepada anak-anaknya, dan yang membuat sebagian besar orang tercengang adalah sebagian besar hartanya ia sumbangkan untuk amal di puncak kesuksesan bisnisnya dan ia hanya menyisakan sebagian kecil untuk dirinya dan keluarganya. Pada Mei tahun 2011 ia menyumbangkan sebagian besar hartanya yang mencapai $7,7 Milyar untuk amal..Maasyaa Allooh…

Kisah ini mengingatkan saya pada hadits :
“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia (harta). Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari dan Muslim )

“Rosulullooh shollalloohu ‘alayhi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).” (HR. Ibnu Hibban)

Diambil dari berbagai sumber (terutama Wikipedia -biografi-) dengan penambahan dan perbaikan tulisan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2013 in Coretanku, Fakta-fakta, Kisah Teladan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: